ANTERONESIA.ID|GORONTALO UTARA— Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Popalo, Wiwan Anyole, akhirnya memberikan penjelasan terkait keluhan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga tidak layak dikonsumsi setelah ditemukan ikan dengan aroma menyengat dan menimbulkan reaksi gatal pada lidah.
Menanggapi sorotan terhadap kualitas menu tersebut, Wiwan menjelaskan bahwa sebelum pendistribusian tahap pertama dilakukan, pihaknya telah melaksanakan uji organoleptik untuk memeriksa kondisi makanan yang akan disalurkan kepada siswa.
Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan perubahan warna, tekstur, bau, maupun rasa yang mengindikasikan adanya kondisi tidak normal pada menu ikan. Atas dasar hasil tersebut, proses pemorsian dan pendistribusian tahap pertama kemudian dilanjutkan.
“Sebelum kami distribusi dan pengantaran untuk tahap pertama, kami sudah melakukan uji organoleptik terlebih dahulu. Tidak ditemukan perubahan warna, tekstur, bau, rasa, maupun tanda-tanda lain yang menunjukkan adanya kondisi tidak normal pada menu ikan. Sehingga dilanjutkan pemorsian untuk tahap awal pengantaran,” jelas Wiwan kepada awak media melalui pesan WhatsApp.
Ia menambahkan, pemeriksaan serupa kembali dilakukan sebelum pendistribusian tahap kedua guna memastikan makanan yang akan disalurkan berada dalam kondisi layak dikonsumsi.
Namun, setelah muncul laporan mengenai ikan yang menimbulkan rasa gatal, pihak SPPG Popalo kembali melakukan uji organoleptik terhadap menu pada tahap kedua yang telah didistribusikan.
Dari pemeriksaan tersebut, Wiwan mengakui adanya reaksi gatal pada lidah.
“Kami lakukan kembali uji organoleptik untuk memastikan makanan yang didistribusikan pada tahap kedua layak dikonsumsi. Setelah dilakukan uji organoleptik, memang adanya reaksi gatal pada lidah,” ungkapnya.
Temuan tersebut menjadi perhatian serius, mengingat program MBG menyasar siswa yang harus mendapatkan makanan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman untuk dikonsumsi.
Sebagai langkah pencegahan, pihak SPPG Popalo memutuskan menghentikan seluruh proses pendistribusian dan menarik kembali menu MBG yang telah disalurkan.
Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi risiko keamanan pangan sekaligus mencegah makanan yang dikeluhkan dikonsumsi lebih lanjut oleh para siswa.
Atas kejadian tersebut, Wiwan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang terdampak. Ia juga menyatakan bahwa SPPG Popalo akan melakukan evaluasi menyeluruh sebagai upaya memperbaiki kualitas mamu yang akan didistribusikan ke depan.
“Permohonan maaf dari kami selaku pengelola atas kejadian hari ini. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki kualitas makanan yang akan didistribusikan ke depan,” tutupnya.
Penjelasan Kepala SPPG Popalo tersebut menjadi bagian penting dalam menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya mengenai sorotan kualitas menu MBG di wilayah Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara.













