ANTERONESIA.ID, Gorontalo Utara – Jebolan Jambore Nasional (Jamnas) Baturaden Jawa Tengah 2001 dan Raimuna Nasional (Rainas) Cibubur 2003, Indra Rohandi Parinding, meminta para pembina dan panitia Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Gorontalo Utara lebih fokus pada kegiatan yang mengedepankan esensi pembinaan, bukan sekadar acara seremonial.
Indra menilai, sejumlah kegiatan yang digelar di Lapangan Tariyono sebaiknya kembali pada tujuan dasar Gerakan Pramuka. Misalnya, lomba seni dan lagu wajib dapat menjadi sarana memperkenalkan lagu-lagu kepramukaan seperti Hymne Pramuka, mengingat masih banyak anggota siaga dan penggalang yang belum menguasai lagu tersebut.
“Ada banyak kegiatan yang bisa membentuk karakter Praja Muda Karana, seperti tali-temali, semaphore, morse, pembinaan revolusi mental, hingga penguatan iman dan takwa. Pembekalan ini penting agar adik-adik lebih mengenal hakikat Pramuka, bukan sekadar untuk meramaikan acara. Kita juga wajib mendalami peran para tokoh pandu Pramuka sesuai koridor tujuan yang sebenarnya,” ujar Indra. Rabu (13/08/2025)
Ia juga menyarankan agar lomba dancing contest dalam rangkaian kegiatan Pramuka lebih mengembangkan potensi seni yang relevan. Misalnya, memadukan lagu modern dengan gerakan semaphore atau tarian tradisional, sehingga karakter dan jiwa sejarah Pramuka tetap terjaga sesuai nilai Trisatya dan Dasa Darma Pramuka.
“Saya berharap kegiatan Pramuka lebih fokus pada pembinaan kemandirian dan keterampilan anak, bukan sekadar hiburan atau formalitas. Pemanfaatan tongkat Pramuka maupun materi kepramukaan harus bernilai luhur, menjadi amal ibadah, dan diterapkan sesuai tujuan sejati Pramuka,” tandasnya.












