Toilet Tersumbat dan Krisis Air Ancam Kesehatan Pasien RSUD Zainal Umar Sidiki

ANTERONESIA.ID, Gorontalo Utara– Keluhan mengenai keterbatasan air bersih dan kondisi toilet yang tidak layak kembali mencuat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Umar Sidiki. Yang memprihatinkan, masalah ini tidak hanya terjadi di ruang perawatan kelas ekonomi, melainkan juga merambah hingga ke ruang kelas I atau VIP.

Sejumlah pasien dan keluarga pasien mengungkapkan kekecewaannya terhadap fasilitas dasar rumah sakit tersebut. Salah satu keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya menyatakan, kondisi ini sangat menyulitkan, terutama dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan selama masa perawatan.

“Yang kelas I saja tidak ada air. Parahnya lagi, kamar kecilnya (WC) juga tersumbat. Ini sangat tidak nyaman untuk keluarga yang sedang dirawat mengurus orang sakit,” ujarnya kepada awak media, Rabu (20/08/2025).

Menanggapi keluhan pasien terkait ketersediaan air bersih dan fasilitas toilet, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Umar Sidiki, Ardiansyah Mohamad, mengakui bahwa persoalan air bersih merupakan kendala lama yang dihadapi rumah sakit tersebut.

Ardiansyah menyebut bahwa sejumlah sumur bor yang dibangun untuk mencukupi kebutuhan air seluruh ruangan ternyata tidak mampu memenuhi kebutuhan. Hal ini, menurutnya, disebabkan oleh kondisi geologis lokasi rumah sakit.

“Berdasarkan penelitian tim geologi, kontur air di kawasan sini sifatnya mengalir, bukan tergenang seperti mata air pada umumnya. Alhasil, sumur bor yang kami buat biasanya hanya mampu menyedot air selama tiga hari sebelum akhirnya habis,” jelas Ardiansyah

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah membangun sumur bor baru di lokasi yang telah disurvei oleh ahli geologi.

“Kali ini kita bangun di dataran rendah, berbeda dengan sebelumnya yang di dataran tinggi. Harapannya, sumber airnya lebih stabil dan tidak mudah habis,” tambahnya.

Hingga saat ini, total telah ada lima titik sumur bor yang dibangun oleh RSUD Zainal Umar Sidiki untuk mengatasi masalah ketersediaan air.

Sementara itu, terkait keluhan toilet yang sering tersumbat dan meluap, Ardiansyah menjelaskan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh posisi septic tank yang rendah.

“Kondisi itu membuat toilet mudah meluap, terlebih saat musim hujan. Solusi yang telah kami lakukan adalah dengan memperbaiki dan menambah ketinggian septic tank agar tidak lagi terjadi luapan,” pungkas Ardiansyah.

Keluhan ini menunjukkan bahwa masalah infrastruktur dasar di rumah sakit milik pemerintah daerah itu masih belum terselesaikan. Ketersediaan air bersih yang merupakan kebutuhan vital bagi sebuah fasilitas kesehatan, justru menjadi persoalan yang terus berulang.

Selain masalah air, kondisi sanitasi yang buruk pada toilet juga menjadi sorotan. Toilet yang tersumbat dan kotor tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penularan penyakit baru, yang justru bertolak belakang dengan fungsi rumah sakit sebagai tempat penyembuhan.

Bagikan:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *