Sistem Antrean di SPBU Pontolo Tuai Sorotan: Antrean Padat, Lalu Lintas Terganggu

ANTERONESIA.ID|GORONTALO UTARA— Penerapan sistem nomor antrean manual dalam pelayanan BBM Solar di SPBU Pontolo, Kabupaten Gorontalo Utara, justru menyisakan persoalan di lapangan. Alih-alih menciptakan ketertiban, sistem yang diterapkan setiap hari itu dinilai tidak efektif karena antrean kendaraan masih terlihat padat dan bahkan meluber hingga ke badan jalan raya.

Berdasarkan pantauan awak media, aktivitas pembagian nomor antrean menjadi bagian dari proses pelayanan bagi para sopir yang hendak membeli Solar. Pihak SPBU dan para sopir terlihat menunggu di area bawah bangunan, sementara proses pembagian nomor antrean dilangsungkan hingga ke lantai dua SPBU. Kondisi ini dinilai tidak lazim dan memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas mekanisme yang diterapkan.

Di lapangan, antrean kendaraan memanjang dan memenuhi area sekitar SPBU. Sebagian antrean bahkan meluber ke jalan raya di depan SPBU, sehingga arus lalu lintas terganggu. Kendaraan yang melintas terpaksa memperlambat laju karena sebagian ruas jalan digunakan oleh kendaraan yang mengantre Solar. Situasi ini berpotensi memicu kemacetan panjang, terutama saat volume kendaraan yang mengantre meningkat.

Pengawas SPBU Pontolo, Tazman Kapang, sebelumnya menyampaikan bahwa pembagian nomor antrean dilakukan setiap hari dan sistem tersebut diperbolehkan untuk menjaga ketertiban serta memastikan pelayanan tidak terganggu.

“Diperbolehkan,” ujar Tazman saat dikonfirmasi awak media terkait penerapan sistem antrean.

Ia menambahkan, “Pembagian nomor antrean itu supaya tidak mengganggu pelayanan.”

Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Antrean kendaraan masih padat dan berdampak langsung terhadap kelancaran lalu lintas di jalan raya depan SPBU.

Keganjilan lain terlihat dari aktivitas pembagian nomor yang berlangsung di lantai dua bangunan SPBU, sementara para sopir menunggu di bawah. Kondisi ini memunculkan pertanyaan: sejauh mana sistem nomor antrean tersebut efektif mengurai antrean dan memastikan pelayanan Solar berlangsung tertib?

Jika tujuan pembagian nomor antrean adalah mencegah kepadatan dan menjaga kelancaran pelayanan, maka kondisi antrean yang masih meluber ke badan jalan patut menjadi bahan evaluasi serius. Persoalannya bukan sekadar ada atau tidaknya nomor antrean, melainkan dampak sistem tersebut terhadap pelayanan dan kepentingan pengguna jalan lainnya.

Antrean pembelian Solar tidak semestinya berujung pada terganggunya arus lalu lintas di jalan raya. Pengelola SPBU perlu memastikan sistem antrean yang diterapkan benar-benar mampu mengendalikan jumlah kendaraan di area SPBU dan mencegah antrean meluber ke badan jalan. Apalagi, pembagian nomor antrean dilakukan setiap hari, sehingga kepadatan yang berulang semestinya dapat diantisipasi dengan mekanisme pengaturan yang lebih efektif.

Kondisi di SPBU Pontolo ini juga menjadi perhatian pihak terkait agar mekanisme pelayanan BBM, termasuk Solar, tidak hanya tertib dari sisi administrasi antrean, tetapi juga tertib secara nyata di lapangan dan tidak mengorbankan kelancaran lalu lintas masyarakat.

Bagikan:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *