ANTERONESIA.ID, GORUT – Dugaan pemborosan anggaran kembali mencuat di Gorontalo Utara (Gorut). Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Umar Sidiki (ZUS) diduga menghabiskan hampir Rp 1 miliar hanya untuk perjalanan dinas (perdis) pada tahun 2024.
Ironisnya, di tengah pengeluaran besar tersebut, kondisi fasilitas rumah sakit justru memprihatinkan dengan atap bocor, kekurangan pasokan air bersih, serta infrastruktur yang jauh dari layak.
Aktivis Indra Rohandi Parinding, S.Farm, mengkritik keras kebijakan tersebut dan menilai bahwa alokasi anggaran lebih condong pada kepentingan pejabat dibandingkan peningkatan layanan kesehatan masyarakat.
“Ini sangat memprihatinkan. Anggaran perjalanan dinas lebih diprioritaskan dibanding kebutuhan mendesak rakyat. Sementara pasien dan tenaga kesehatan harus berjuang dengan fasilitas minim, para pejabat justru asyik plesiran dengan anggaran yang fantastis,” tegas Indra, Minggu (16/02).
Lebih lanjut, Indra mengungkapkan bahwa perjalanan dinas tersebut diduga dilakukan secara berkelompok dengan jumlah peserta lebih dari tujuh orang, yang menyebabkan anggaran membengkak hingga hampir Rp 1 miliar.
Ia mendesak pihak RSUD untuk segera menghentikan pemborosan tersebut dan mengalokasikan anggaran secara transparan serta bertanggung jawab.
Indra juga menantang pihak RSUD untuk mempublikasikan daftar nama peserta perjalanan dinas agar masyarakat dapat menilai sendiri urgensi dari perjalanan tersebut.
“Jangan sampai perjalanan dinas ini hanya menjadi kedok untuk jalan-jalan dengan uang rakyat. RSUD ZUS Gorut harus segera direformasi agar anggaran benar-benar digunakan untuk peningkatan layanan kesehatan, bukan untuk kepentingan pribadi segelintir orang,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD ZUS Gorut belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan pemborosan anggaran ini.







