ANTERONESIA.ID|GORONTALO UTARA– Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, melaksanakan reses di Desa Bulango Raya, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, Rabu (8/7/2026). Kegiatan tersebut didampingi oleh Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Provinsi Gorontalo, dan dihadiri oleh Kepala Desa Bolango Raya, Kisman Ahmad Noe, beserta masyarakat setempat.
Pada kesempatan tersebut Kepala Desa Bulango Raya, Kisman Ahmad Noe, menyampaikan bahwa mata pencaharian masyarakat desa terdiri dari 60% petani, 30% nelayan, dan 10% lainnya. Namun, dalam tiga tahun terakhir, para petani kerap mengalami gagal panen akibat bantuan benih dari pemerintah yang tidak berkualitas.
“Kurang lebih 9 kelompok petani data kedesa untuk menyatakan sikap menolak bantuan benih dari pemerintah dengan alasan kualitas. Lebih baik masyarakat membeli benih sendiri justru lebih berkualitas dibandingkan bantuan. Penolakan ini bukan hanya disampaikan secara lisan, namun secara administratif ada surat penolakan,” tegas Kisman.
Ia berharap sektor pertanian benar-benar menjadi perhatian pemerintah dan DPRD ke depan.
“Mohon ini jadi catatan buat Pak Ridwan selaku Anggota DPRD Provinsi, melalui fungsi pengawasan secara kelembagaan mohon bantuan yang diberikan oleh Pemerintah dapat dipastikan benar-benar berkualitas sehingga tidak merugikan petani kita,” imbuhnya.
Selain persoalan pertanian, Kisman juga menyoroti sektor perikanan. Para nelayan di Bulango Raya berharap mendapatkan bantuan perahu hingga mesin untuk menunjang aktivitas tangkap mereka.
“Selama ini dua sektor ini kami bantu lewat Dana Desa. Namun 2026 kita tahu persis bahwa Dana Desa kena efisiensi,” jelasnya.
Kondisi ini membuat masyarakat khawatir karena selama ini Dana Desa menjadi salah satu sumber utama untuk membantu petani dan nelayan di Bulango Raya.
Dalam kesempatan yang sama, Kisman juga menyoroti pelaksanaan reses yang selama ini dilakukan oleh anggota DPRD. Menurutnya, aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses-reses sebelumnya tidak pernah terealisasi.
“Selama ini reses sudah banyak dilakukan oleh anggota DPRD, baik Provinsi maupun Kabupaten, namun apa yang menjadi aspirasi masyarakat Desa Bolango Raya tidak pernah ada realisasi. Setelah reses dilaksanakan, biasanya kami pemerintah Desa yang jadi bulan-bulanan, sementara yang melaksanakan reses adalah Bapak/Ibu Anggota DPRD. Sehingga kami berharap reses kali ini tidak seperti yang kemarin,” ujarnya dengan nada tegas.
Menanggapi seluruh aspirasi yang disampaikan, Ridwan Monoarfa menegaskan bahwa tujuan reses adalah menyerap aspirasi untuk kepentingan masyarakat. Ia berkomitmen untuk memperjuangkan seluruh keluhan warga Bulango Raya.
“Apa yang disampaikan oleh Kades Kisman menjadi catatan saya, untuk bagaimana akan saya susun menjadi pokok-pokok pikiran saya, yang kemudian nanti akan dibahas dengan tim anggaran daerah,” jelasnya.
Ridwan mengakui bahwa tidak semua aspirasi dapat langsung terpenuhi karena keterbatasan anggaran. Namun, Ia akan mengupayakan solusi terbaik.
“Saya tidak berjanji, namun saya akan berupaya dengan menyesuaikan anggaran daerah. Jika keuangan daerah tidak bisa, saya akan coba diskusi dengan kementerian teknis serta Anggota DPR RI Dapil Provinsi Gorontalo,” pungkas politisi Partai NasDem tersebut.












