Praktik Pengumpulan KTP oleh Tim Sukses Paslon Terungkap menjelang PSU Pilkada Gorut, Diduga untuk Politik Uang dan Penggadaian Pulau

ANTERONESIA.ID, (GORONTALO UTARA – KEC. PONELO KEPULAUAN) – Menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Gorontalo Utara (Gorut), praktik pengumpulan KTP oleh tim sukses salah satu pasangan calon (paslon) terbukti terjadi bukan hoax. Warga Kec. Ponelo Kepulauan Keb. Gorontalo Utara mengaku diminta menyerahkan KTP dengan iming-iming uang Rp.200.000–Rp.300.000 sebagai jaminan untuk memilih paslon tertentu. Selain itu, KTP juga diduga digunakan sebagai persyaratan persetujuan penggadaian pulau di wilayah Kec. Ponelo Kepulauan.

Warga Kecamatan Ponelo Kepulauan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, tim sukses salah satu paslon berulang kali mendatanginya dengan tawaran uang tunai sebagai imbalan memilih paslon tersebut. Namun, syaratnya, warga harus menyerahkan KTP sebagai jaminan.

“Saya sudah berulang kali didatangi tim sukses dari salah satu paslon. Mereka meminta saya memilih paslon yang didukung dan akan memberikan sejumlah uang, tapi KTP saya diminta sebagai jaminan, namun saya tidak berani berikan,” kata salah seorang warga. (11/4/2025)

Tak hanya itu, sumber lain di lokasi yang sama menyebutkan, pengumpulan KTP tidak hanya terkait praktik politik uang menjelang PSU, tetapi juga diduga digunakan sebagai dokumen persetujuan warga untuk penggadaian salah satu pulau yang berada di wilayah Kec. Ponelo Kepulauan.

“Bukan cuma sebagai jaminan untuk memilih, tapi KTP ini dipakai sebagai syarat bahwa masyarakat Ponelo menyetujui salah satu pulau di sini akan digadaikan, itu yang saya dengar.,”ungkapnya.

Bagikan:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar