Anteronesia.id, Gorontalo Utara– Kelangkaan gas LPG subsidi 3 kilogram kembali dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Gorontalo Utara. Selain sulit didapat, harga tabung melon tersebut di tingkat pengecer mencapai Rp50 ribu per tabung, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan.
Keluhan ini disampaikan oleh Yanti, seorang ibu rumah tangga warga Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. Ia menyoroti mahalnya harga LPG 3 kg.
“Ini gas sudah Rp50 ribu ukuran 3 kg. Ini dipangkalan, Pak,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (28/2/2026).
Tak hanya soal harga, Yanti juga menyoroti dugaan permainan nakal yang dilakukan oleh oknum pangkalan LPG. Ia mengaku menyaksikan sendiri proses bongkar muat tabung gas dari mobil pengangkut, namun sesaat setelahnya pangkalan mengaku kehabisan stok.
“Ini lucu dan aneh, kami lihat dengan mata sendiri bahwa gas ini sedang diturunkan di pangkalan. Tidak sampai satu menit kami datang, namun pangkalan tersebut mengatakan sudah habis, padahal mobil pengangkut baru saja keluar dari pangkalan. Ini kan aneh,” ungkapnya dengan nada heran.
Menurut Yanti, kejadian ini diduga kuat sebagai bentuk penimbunan atau pengalihan stok untuk dijual dengan harga lebih tinggi. Ia pun mendesak Pemerintah Daerah dan DPRD Gorontalo Utara untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan-pangkalan yang mencurigakan.
“Pemda dan DPRD harus turun sidak dulu ke pangkalan-pangkalan. Kalau bisa turun sidak saat jadwal mobil pengangkut mengantar tabung ke pangkalan,” Pungkasnya.













