Masyarakat Desa Pontolo Keluhkan Bau Menyengat dari Kandang Ternak

ANTERONESIA.ID GORONTALO UTARA – Masyarakat Desa Pontolo mengeluhkan bau menyengat yang berasal dari kandang ternak milik salah seorang pengusaha lokal. Bau tersebut diduga berasal dari kotoran dan limbah yang dihasilkan oleh kandang tersebut.

“Saat siang hari, terutama ketika angin berhembus dari arah timur dan utara, bau menyengat dari kotoran ternak sangat terasa,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga tidak hanya mencurigai bau tersebut berasal dari kotoran, tetapi juga dari limbah yang dihasilkan oleh aktivitas kandang tersebut.

“Tempat itu bukan hanya menjual ayam, tetapi juga memelihara ayam potong, ayam kampung, dan bebek. Pertanyaannya, ke mana limbahnya dibuang? Bau yang tercium bukan hanya dari kotoran, tapi kadang juga bau busuk seperti limbah,” tambahnya.

Bau menyengat tersebut dikatakan telah mengganggu kesehatan masyarakat setempat.

“Terkadang, bau yang menyengat itu mengganggu pernapasan kami. Jika baunya sangat kuat, kami bahkan bisa mengalami sesak napas. Seharusnya, kandang semacam itu jauh dari pemukiman warga. Masalahnya bukan pada penjualan daging ayam, karena setelah dipotong, daging ayam disimpan di freezer. Yang menjadi persoalan adalah keberadaan kandangnya,” pungkas warga tersebut.

Saat ditemui awak media pemilik kandang mengakui terkait bau menyengat tersebut berasal dari kandang bebek miliknya.

“Memang soal bau ini sejak 3 minggu lalu saya sudah pikirkan, jauh sebelumnya memang saya sudah antisipasi kadang bebek ini menimbulkan bau hasil dari pakan.” Ujarnya

Lebih lanjut, dirinya mengatakan dalam penangan bau tersebut mengalami kendala dalam pengadaan timbunan dikarena faktor hujan.

“Jadi saya sudah pesan timbunan sirtu, namun oleh hujan, ini yang menjadi kendala. Kalau kadang bebek itu sudah di timbun pasti baunya tidak ada lagi. Secepatnya saya akan timbun, ukuran kandang juga cuman kecil hanya ada kurang lebih 400 ekor bebek.” Tambahanya

Namun dirinya menyayangkan sikap masyarakat yang tidak memberitahukan keluhan langsung kepada dirinya.

“Yang saya sesalkan, masyarakat tidak langsung datang ke saya untuk menyampaikan keluhan ini, sementara kami di tetangga sekitar ini selalu berbuka. Ini sudah langsung ke teman-teman wartawan.” Pungkasnya

Bagikan:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *