ANTERONESIA.ID GORUT – Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Dedi Dunggio, meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus penemuan jasad remaja perempuan berinisial YSS (15) di Desa Ketapang, Kecamatan Gentuma Raya.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Gentuma, Dedi mengaku prihatin atas kejadian memilukan di awal tahun 2025 ini.
“Apalagi korban YSS masih berstatus sebagai siswi di salah satu SMK di Gorut. Ini tentunya menjadi pukulan berat bagi keluarga yang mengawali tahun dengan kehilangan anak perempuan mereka,” ungkap Dedi Dunggio, (6/1).
Ia juga menyoroti lokasi penemuan korban yang dinilai janggal. Menurutnya, tempat tersebut tergolong sepi dan hanya biasa dilalui petani atau penggembala ternak.
“Sudah pasti lokasi itu sepi. Kondisi korban saat ditemukan juga cukup memprihatinkan,” jelas Dedi.
Terlepas dari dugaan apapun, ia menegaskan pentingnya empati dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Ia menekankan dukungan penuh masyarakat terhadap proses penegakan hukum.
“Pada dasarnya kami mendukung penuh aparat penegak hukum untuk mengungkap kebenaran. Kami berharap kasus ini bisa segera terang,” tambahnya.
Dedi juga mengimbau para orang tua agar lebih waspada dan terus mengawasi aktivitas anak-anak, mengingat besarnya pengaruh perkembangan teknologi terhadap perilaku remaja.
Sementara itu, Kapolres Gorontalo Utara AKBP Andik Gunawan, melalui Kasi Humas Polres Iptu Mat Tharib, memastikan kasus ini sedang ditangani serius oleh aparat.
“Tadi tim kami, termasuk Kasat Reskrim dan unit INAFIS, bersama anggota Polsek Atinggola telah melakukan olah TKP,” terang Iptu Mat Tharib.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum dapat dipastikan penyebab pasti kematian korban. Tim penyidik masih terus melakukan pendalaman dan penyelidikan di lapangan.












