Keluarga Korban Laka Lantas Soroti Pelayanan Puskesmas Buhu, Ambulans Baru Digunakan Setelah Keluarga Mengamuk

ANTERONESIA.ID, GORONTALO – Pelayanan di Puskesmas Buhu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, dikeluhkan keluarga korban kecelakaan lalu lintas yang dinilai lamban dalam menangani pasien gawat darurat hingga berujung meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Ongky Yusuf warga Desa Labanu yang mengalami kecelakaan lalu lintas pada pukul 22.40 wita Jumat, 22 Mei 2026 dan sempat mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Buhu. Namun pihak keluarga mengaku kecewa karena korban tidak segera dirujuk ke rumah sakit meski kondisinya terus memburuk.

Menurut keterangan keluarga, pihak puskesmas awalnya menyampaikan bahwa mobil ambulans tidak dapat digunakan untuk merujuk pasien karena tidak memiliki bahan bakar solar. Akibat alasan tersebut, pasien disebut harus menunggu cukup lama di ruang pelayanan.

Keluarga menuturkan bahwa korban baru difasilitasi menggunakan mobil ambulans setelah suasana di puskesmas memanas dan pihak keluarga mulai mengamuk akibat lambannya penanganan terhadap pasien.

“Awalnya ambulans tidak bisa digunakan dengan alasan tidak ada solar. Setelah keluarga mulai marah dan mengamuk karena pasien belum juga dirujuk, barulah ambulans dipakai untuk mengantar korban ke rumah sakit,” ungkap pihak keluarga dengan nada kecewa.

Sayangnya, sesaat setelah di Rumah Sakit Aloei Saboe Kota Gorontalo, korban dikabarkan meninggal dunia.

Pihak keluarga sangat menyayangkan pola pelayanan yang dinilai tidak menunjukkan rasa kepedulian terhadap keselamatan pasien. Mereka meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengevaluasi pelayanan di Puskesmas Buhu agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Selain persoalan keterlambatan ambulans, keluarga korban juga mengeluhkan kondisi pelayanan di dalam ruangan puskesmas. Menurut pengakuan keluarga, saat berada di ruang pelayanan terdapat pasien lain yang buang air besar hingga kotorannya berceceran di lantai ruangan.

Ironisnya, keluarga korban mengaku bahwa petugas kesehatan justru meminta keluarga pasien kecelakaan untuk membantu membersihkan kotoran pasien lain yang sementara mendapatkan tindakan.

“Kami datang dalam kondisi panik karena keluarga kami kritis, tapi malah diminta membantu membersihkan kotoran pasien lain. Ini sangat tidak pantas,” tutur keluarga korban.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Buhu belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.

Bagikan:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *