ANTERONESIA.ID, GORONTALO– Guru honorer Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Iloponu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, berinisial A, akhirnya angkat bicara terkait tudingan orang tua siswa yang menyebut dirinya melontarkan kata kasar “binatang” kepada seorang murid kelas V.
A menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bermaksud menghina atau menyebut langsung siswa tersebut dengan kata binatang. Menurutnya, perkataan itu keluar dalam bentuk peribahasa yang ditujukan untuk semua siswa saat proses ulangan harian berlangsung.
“Saya kan sementara kasih ulangan harian. Anak yang bersangkutan dari awal sudah tidak mencatat dengan alasan tertinggal. Setelah selesai, saya suruh ikut dengan temannya untuk lihat soal, tapi dia tidak ada pergerakan. Baru saya tegur lagi, barulah dia menulis ulang,” ujar A kepada Paripurna, Kamis (25/09/2025).
Ia menjelaskan, selama ujian berlangsung, bukan hanya satu siswa yang ditegur. Ada beberapa murid lain yang dinilainya tidak mendengarkan arahan guru.
“Karena beberapa kali saya tegur, saya bilang sama siswa yang tidak mau mendengar lagi, ibu mau tambah soal. Akhirnya ada dua orang saya tambah soalnya. Nah, anak yang bersangkutan ini ribut ulang, dia bermain kertas, padahal sudah saya tegur berulang kali,” jelasnya.
Dari situlah, A mengaku spontan memberikan perumpamaan.
“Saya bilang, manusia itu kalau ditegur satu kali langsung mendengar, tapi kalau sudah berulang kali ditegur tapi tidak mau mendengar, itu so binatang itu. Tapi tidak pernah saya bilang kalau dia ini binatang. Sama sekali tidak. Itu peribahasa untuk semua siswa, bukan ditujukan kepada satu orang,” tegasnya.
Lebih lanjut, A juga menceritakan, usai jam pelajaran, salah satu teman siswa tersebut sempat mengatakan bahwa murid itu akan menyampaikan kepada orang tuanya soal ucapan guru.
“Saya panggil dia untuk bicara baik-baik, tapi dia tidak mau datang. Dia malah lari, jadi saya biarkan saja, tidak saya paksa. Setelah itu saya langsung pulang,” tandasnya.
Sebelumnya, orang tua murid berinisial RA melayangkan protes keras terkait dugaan perilaku tidak pantas guru honorer di sekolah tersebut. RA menilai anaknya dipermalukan karena dipanggil dengan sebutan “binatang” saat bermain bersama teman-temannya.
“Dia bilang binatang sama anak saya. Waktu itu anak saya sedang bermain, memang sudah ditegur, tapi masih main lagi. Baru setelah itu guru tersebut keluar kata ‘binatang’ sambil marah-marah,” ungkap RA dengan nada kecewa, Rabu (24/09/2025).
RA menilai tindakan tersebut tidak pantas dilakukan seorang tenaga pendidik.
“Guru itu seharusnya membina dengan baik, bukan mengeluarkan kata-kata kasar. Saya sebagai orang tua merasa anak saya direndahkan,” tegasnya.
RA menambahkan, guru yang bersangkutan masih berstatus tenaga honorer.
“Dia itu baru guru honor, dan saya sangat tidak terima anak saya disebut binatang di sekolah,” ujarnya.
Kepala MIM Iloponu, Nurhayati Pilomonu, saat dikonfirmasi mengaku masih meminta waktu untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Saya minta waktu untuk menyelesaikannya,” kata Nurhayati.
Menurut Nurhayati, guru honorer berinisial A merupakan operator sekolah sekaligus pengajar Aqidah Akhlak.
“Insya Allah saya akan undang orang tua dengan guru itu untuk menyelesaikan masalah ini,” pungkasnya.













