Anteronesia.id, Gorontalo Utara– Arena permainan ketangkasan di Pasar Malam Desa Leboto, Gorontalo Utara, yang semestinya menjadi hiburan keluarga, justru berubah menjadi sorotan negatif. Aktivitas yang berlangsung sejak pembukaan itu diduga kuat bukan sekadar permainan anak-anak, melainkan praktik perjudian yang beroperasi secara terbuka dan bebas diakses segala usia.
“Permainannya bukan sekadar hiburan. Ada sistem taruhan dan hadiah. Ini sangat memprihatinkan karena berlangsung di ruang publik yang seharusnya ramah untuk semua,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya. Ia menyayangkan hilangnya batas antara hiburan dan pola untung-rugi yang jelas mengarah pada judi.
Kekhawatiran publik semakin membesar menyusul lemahnya pengawasan. Peran Polres Gorontalo Utara dipertanyakan dalam mengantisipasi dan menindak dugaan praktik ilegal ini.
“Jika dugaan ini benar dan tidak ada penindakan, wajar jika publik mempertanyakan pengawasan Aparat Penegak Hukum di wilayah Gorontalo Utara,” tegas warga tersebut.
Ironisnya, praktik ini berjalan di tengah wahana permainan anak-anak, menjadikan pasar malam sebagai ruang yang tidak ramah anak dan berpotensi memberi contoh buruk. Dampak sosial pun dikhawatirkan, terutama bagi masyarakat kecil yang bisa menjadi korban.
Masyarakat mendesak penertiban segera terhadap semua permainan yang melanggar ketentuan, serta evaluasi menyeluruh terhadap izin penyelenggaraan. Mereka menuntut komitmen tegas agar hiburan rakyat tidak dikotori oleh praktik judi dalam bentuk apa pun.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, Redaksi masih berupaya mendapatkan klarifikasi resmi pihak Ganteng Ganteng Ceria (GGC) sebagai penyelenggara pasar malam di Lapangan Desa Leboto.







