ANTERONESIA.ID|SURABAYA– Delegasi Pimpinan Wilayah Syarikat Islam Gorontalo menghadiri Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam yang berlangsung pada 17–20 Oktober 2026 di Surabaya. Kehadiran delegasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong gerakan ekonomi umat.
Delegasi Gorontalo dipimpin Ridwan Monoarfa selaku Ketua Pimpinan Wilayah, bersama Sekretaris Helmi Adam Nento serta Yusuf Puhi, Ramlah Bumulo, dan Hamid Dude.
Ridwan menegaskan, tema “Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati” harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang memperkuat usaha rakyat, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semangat H.O.S. Tjokroaminoto dan sejarah Sarekat Dagang Islam mengajarkan bahwa kebangkitan umat membutuhkan kekuatan ekonomi. Dakwah tidak cukup berhenti pada kesadaran keagamaan, tetapi harus menghadirkan kemandirian ekonomi,” ujar Ridwan, Senin (19/10/2026).
Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo itu menyoroti empat agenda gerakan ekonomi Syarikat Islam yang ditegaskan Presiden Lajnah Tanfidziyah, Hamdan Zoelva, yakni pembenahan organisasi, inkubasi saudagar Muslim, optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) untuk kegiatan produktif, serta pengembangan ekonomi ekologis.
Bagi Gorontalo, agenda tersebut relevan untuk memperkuat sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM melalui peningkatan kapasitas usaha, akses pembiayaan, perluasan pasar, dan hilirisasi produk.
“Kemerdekaan sejati harus dirasakan dalam kehidupan ekonomi rakyat: pendapatan meningkat, usaha berkembang, lapangan kerja bertambah, dan masyarakat semakin mandiri,” tegasnya.
Melalui keikutsertaan dalam kongres ini, delegasi Gorontalo diharapkan dapat membawa pulang gagasan dan arah gerakan organisasi untuk ditindaklanjuti dalam penguatan kelembagaan serta pemberdayaan ekonomi umat di daerah.











