Aktivis Gorut Indra Rohandi Desak APH Usut Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Perdis RSUD Zus

ANTERONESIA.ID, GORUT – Dugaan pemborosan anggaran perjalanan dinas (perdis) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Umar Sidiki (ZUS) Gorontalo Utara (Gorut) makin panas.

Aktivis Gorut Indra Rohandi Parinding, S.Farm, mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera mengusut dan memproses hukum penggunaan anggaran perdis yang diduga mencapai hampir Rp 1 miliar tersebut.

Indra menegaskan bahwa anggaran fantastis ini sangat tidak masuk akal, terutama ketika fasilitas rumah sakit dalam kondisi memprihatinkan.

Ia mempertanyakan motif di balik perdis yang dilakukan secara berkelompok, dengan dugaan lebih dari tujuh orang dalam satu rombongan.

“Ini bukan sekadar kebijakan keliru, tapi ada indikasi penyalahgunaan wewenang yang harus segera diusut. Aparat penegak hukum tidak boleh tinggal diam. Jika benar ada unsur pelanggaran, pihak yang terlibat harus bertanggung jawab,” tegas Indra, Minggu (16/02).

Menurut Indra, jika perjalanan dinas tersebut tidak memiliki urgensi yang jelas dan hanya menghabiskan anggaran tanpa manfaat nyata bagi pelayanan kesehatan, maka sudah selayaknya ada tindakan hukum yang tegas.

Ia juga menuntut keterbukaan dari pihak RSUD ZUS Gorut untuk mengungkap detail penggunaan dana perdis, termasuk siapa saja yang ikut serta dan tujuan perjalanan tersebut.

“Jangan sampai uang rakyat digunakan untuk jalan-jalan berkedok perjalanan dinas. Jika ada unsur korupsi atau penyalahgunaan anggaran, maka harus ada tindakan hukum yang tegas dan transparan,” tambahnya.

Indra pun berharap APH, baik kepolisian maupun kejaksaan, segera turun tangan dan melakukan investigasi menyeluruh.

“Jika ditemukan adanya pelanggaran, saya mendesak agar pihak yang bertanggung jawab diberikan sanksi setimpal agar kasus serupa tidak terulang,” tandas Indra.

Bagikan:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *