ANTERONESIA.ID (GORUT) – Seorang warga Kecamatan Tomilito, Desa Bulango Raya, berinisial AA, membantah tudingan yang menyebutkan dirinya didesak oleh SY untuk mengakui telah menerima uang dari tim sukses Paslon bupati dan wakil bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu dan Nurjana Hasan Yusuf, dalam pemungutan suara ulang beberapa waktu lalu.
AA menjelaskan bahwa sebelum kedatangan SY, salah satu keluarganya sudah memberi tahu bahwa SY akan datang ke rumahnya. Bahkan, AA sempat mempertanyakan tujuan kedatangan SY kepada keluarganya.
“Jadi tidak benar pak SY mendesak saya untuk mengakui terima uang dari TS Paslon 02, karena sebelumnya om saya telah memberitahukan kalau pak SY akan datang ke rumah dan diminta saya untuk memberikan KTP serta membuat surat pernyataan. Cuma begitu. Pak SY tidak menanyakan soal uang,” ungkap AA kepada Anteronesia.id, Selasa (29/4).
AA juga mengungkapkan bahwa kedatangan sejumlah orang yang tidak dikenalnya, bersama Sekretaris Desa (Sekdes) Bulango Raya, Amir Ismail, bermula dari laporan tentang aktivitas SY yang sering terlihat bolak balik mendatangi rumahnya.
“Pada saat itu, saya lagi di rumah teman, lalu tante saya datang dan bilang ada yang memanggil saya. Waktu saya tanya siapa, dia hanya bilang pokoknya ada. Saat keluar rumah teman dan menuju ke lokasi yang dimaksud, saya melihat pak Sekdes, bersama beberapa orang lainnya yang tidak saya kenal, duduk di lapak penjual ikan,” jelasnya.
AA mengaku bahwa saat dirinya tiba di lapak penjual ikan, sebagian orang yang bersama Sekdes Bulango Raya sudah tidak ada. Hanya tersisa Sekdes Bulango Raya dan temannya. Di situ, ia pun menanyakan alasan kedatangan mereka.
“Saya tanya kepada pak Sekdes, kenapa mencari saya? Teman pak Sekdes menjawab, apa yang dilakukan SY kepadanya? Saya jawab, pak SY hanya mengambil foto KTP dan meminta membuat surat pernyataan bahwa saya menerima uang dari TS Paslon 02. Cuma itu. Pak SY tidak mendesak saya untuk mengakui penerimaan uang dari TS Paslon 02,” tambah AA.
Menurut AA, hal yang aneh adalah mengapa dari sejumlah warga yang diduga menerima uang dari TS Paslon 02, hanya dirinya yang didatangi untuk dimintai keterangan, sementara tidak ada hal serupa yang dilakukan terhadap keluarganya dan warga lainnya.
“Begitu saya tiba di lapak, saya terpaksa bicara karena melihat pak Sekdes disitu,” ia menandaskan.









