Anteronesia.id, Gorontalo Utara– Pasca pemberitaan mengenai dugaan penyelewengan BBM bersubsidi jenis solar di SPBU Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, pihak manajemen SPBU akhirnya angkat bicara. Manajemen SPBU melalui pengawas, Rahmat Alamri membantah tegas tuduhan bahwa pihaknya terlibat dalam praktik ilegal penyaluran solar ke jeriken yang diduga untuk kepentingan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Rahmat menegaskan bahwa kegiatan tersebut sah dan sesuai prosedur.
“Menanggapi pemberitaan sebelumnya, kami sampaikan bahwa penyaluran BBM menggunakan gelon itu sesuai dengan rekomendasi yang kami terima dari Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan Kelautan. Itu sudah sesuai SOP,” ujar Rahmat saat diwawancarai. Selasa (3/3/2026).
Dalam pemberitaan sebelumnya, pengisian jeriken menjadi sorotan tajam karena dianggap sebagai celah penimbunan. Menanggapi hal ini, Rahmat menjelaskan bahwa meskipun SOP mewajibkan pemegang rekomendasi untuk datang langsung, pihaknya terpaksa memberikan kelonggaran karena kondisi geografis.
“Memang dalam SOP, yang penerima rekomendasi harus datang. Tetapi kami di Sumalata ini menghadapi kendala jarak tempuh warga yang jauh dan sering terjadi penumpukan masyarakat di SPBU itu tidak bisa. Setelah musyawarah dengan masyarakat, kami sepakat penebusan bisa diwakilkan. Jadi ini bukan pelanggaran, tapi solusi atas kondisi lapangan,” sanggahnya.
Salah satu poin krusial dalam pemberitaan sebelumnya mengenai dugaan bahwa solar subsidi ini bocor ke lokasi PETI. Terkait hal ini, Rahmat enggan berkomentar.
“Terkait tuduhan BBM disalahgunakan untuk PETI, kami tidak bisa menjawab itu. Kewenangan kami hanya selama BBM ini berada di lingkungan SPBU. Begitu kendaraan atau jeriken keluar dari SPBU, itu bukan ranah kami,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ia juga membantah adanya dugaan oknum pegawai yang bermain, yang sempat menjadi pertanyaan publik dalam berita sebelumnya. Menurutnya, meskipun SPBU Sumalata masih menggunakan sistem manual tanpa barcode, pengawasan dari Pertamina tetap berjalan ketat.
“Itu tidak benar. Jangan ada anggapan pegawai kami bermain. Meskipun manual, kami terus dimonitor. Saya pastikan tidak ada pegawai yang bisa bermain-main dengan kuota BBM subsidi,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak Pertamina dan Instansi terkait rekomendasi.












