ANTERONESIA.ID|GORONTALO UTARA– Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Drs. Ridwan Monoarfa, menerima berbagai aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses masa persidangan ketiga Tahun Sidang 2025–2026 di Desa Koluwoka, Kecamatan Sumalata Timur, Jumat 3/7/2026.
Dalam kesempatan tersebut, legislator Partai NasDem itu mendengar sejumlah keluhan warga, mulai dari normalisasi sungai, bantuan bibit, pupuk, sapi, hingga kelangkaan dan harga gas LPG subsidi yang melambung tinggi.
Salah satu aspirasi paling mengemuka disampaikan oleh Dedi Suryadi, warga transmigrasi Desa Motihelumo. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap harga gas LPG subsidi 3 kilogram yang tidak pernah sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) selama tujuh tahun terakhir.
“Kami warga transmigrasi Desa Motihelumo selama 7 tahun tidak pernah merasakan yang namanya harga subsidi. Paling murah Rp30-40 ribu,” kata Dedi saat menyampaikan aspirasinya di hadapan Ridwan Monoarfa.
Ia juga menyoroti terbatasnya akses masyarakat terhadap pangkalan gas resmi. Menurutnya, hanya ada satu pangkalan yang melayani seluruh warga Desa Motihelumo, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan.
“Ini masalah serius. Gas sudah menjadi kebutuhan wajib rumah tangga. Pangkalan hanya satu untuk melayani satu desa, tentu tidak cukup. Warga transmigrasi saja kurang lebih 100 KK, maka harusnya ada pangkalan tersendiri khususnya yang melayani wilayah transmigrasi,” ujarnya.
Merespons keluhan tersebut, Ridwan Monoarfa menegaskan bahwa pangkalan yang menjual gas LPG subsidi di atas HET telah melanggar aturan. Ia mengancam akan menutup pangkalan-pangkalan nakal tersebut.
“Itu melanggar aturan. Pangkalan seperti itu harus dilaporkan, biar ditutup sekalian,” tegasnya.
Terkait permintaan warga untuk penambahan pangkalan gas, Ridwan menyatakan akan berupaya mencari solusi terbaik. Ia mendorong masyarakat yang memiliki modal untuk mendirikan pangkalan gas resmi dan siap membantu mengurus perizinan.
“Kalau ada masyarakat yang punya modal untuk jadi pangkalan, nanti tugas kami mendorong percepatan pengurusan izin,” pungkasnya.
Selain keluhan gas LPG, Ridwan Monoarfa juga menampung berbagai aspirasi lain dari masyarakat Desa Koluwoka dan sekitarnya yang akan diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) di DPRD Provinsi Gorontalo.













