ANTERONESIA.ID | SUMALATA TIMUR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Gorontalo Utara menginisiasi program sosialisasi dan praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari kotoran kambing di Desa Motihelumo, Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini bertujuan mengubah limbah peternakan yang terabaikan menjadi produk bernilai guna bagi sektor pertanian.
Selama ini, kotoran kambing kerap dianggap sebagai limbah yang menumpuk di sekitar kandang. Namun, mahasiswa KKN-PPM UGM melihat potensi besar dari limbah tersebut untuk diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat. Program ini pun hadir sebagai upaya memperkenalkan pengelolaan limbah peternakan yang lebih berkelanjutan serta mendorong kemandirian petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk.
Dalam kegiatan yang diikuti oleh peternak dan kelompok tani setempat, peserta mendapatkan pemaparan mengenai manfaat Pupuk Organik Cair bagi tanaman hortikultura, seperti cabai. Pupuk ini dinilai mampu menambah unsur hara yang dibutuhkan tanaman, memperbaiki kualitas tanah, serta menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia secara bertahap. Dengan memanfaatkan limbah yang tersedia di lingkungan sekitar, petani juga dapat menekan biaya produksi sekaligus menerapkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Tidak hanya menerima teori, peserta juga diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan pupuk organik cair. Mahasiswa mendemonstrasikan seluruh tahapan, mulai dari persiapan bahan, pencampuran, fermentasi, hingga cara aplikasi pupuk pada tanaman. Metode yang diperkenalkan menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh sehingga dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat setelah kegiatan berakhir.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari proses fermentasi, waktu penggunaan pupuk, hingga efektivitasnya pada berbagai jenis tanaman hortikultura. Diskusi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mulai memanfaatkan limbah ternak sebagai bagian dari sistem pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Melalui program ini, Mahasiswa KKN-PPM UGM Gorontalo Utara berharap masyarakat Desa Motihelumo dapat terus mengembangkan praktik pengolahan pupuk organik cair secara mandiri. Selain mengurangi penumpukan limbah peternakan, pemanfaatan kotoran kambing sebagai pupuk organik diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta mendorong terwujudnya pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di Kecamatan Sumalata Timur.







