ANTERONESIA.ID|JAKARTA– Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memperjuangkan penambahan alokasi anggaran pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi. Langkah itu menyusul kondisi kekeringan yang telah berlangsung hampir lima bulan di wilayah Gorontalo.
Rombongan Komisi III diterima langsung Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Arnold. Pertemuan membahas kebutuhan penanganan jaringan irigasi, khususnya untuk mendukung keberlangsungan sektor pertanian yang sebagian besar masih bergantung pada ketersediaan air irigasi.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Syarifudin Bano, menyampaikan bahwa penanganan jaringan irigasi menjadi kebutuhan mendesak di tengah kekeringan berkepanjangan yang berdampak terhadap sektor pertanian. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat melalui pembangunan jaringan irigasi air tanah serta perbaikan jaringan irigasi yang sudah ada sangat dibutuhkan untuk memastikan ketersediaan air bagi petani.
Ia berharap hasil koordinasi Komisi III dengan Kementerian PU dapat segera ditindaklanjuti melalui pelaksanaan pekerjaan di lapangan, sehingga persoalan kekurangan air untuk pertanian dapat ditangani secara bertahap. Syarifudin juga menekankan pentingnya pengawalan terhadap program yang telah direncanakan agar pelaksanaannya tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya petani yang bergantung pada jaringan irigasi untuk mempertahankan produktivitas lahan.
Dari hasil pertemuan, Kabupaten Gorontalo memperoleh alokasi anggaran sektor sumber daya air sekitar Rp158 miliar. Anggaran itu mencakup pembangunan jaringan irigasi tersier, bendungan, serta jaringan irigasi air tanah.
Selain itu, percepatan penurunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk 34 titik jaringan irigasi air tanah tahap pertama menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan. Dari jumlah itu, 13 titik berada di wilayah Boliyohuto dan sekitarnya (Boliyohuto CS). Pekerjaan direncanakan mulai dilaksanakan pada pekan berikutnya.
Kementerian PU juga telah menyetujui delapan paket tambahan untuk perbaikan jaringan Daerah Irigasi (DI) di Kabupaten Gorontalo. Sejumlah lokasi yang masuk dalam rencana penanganan berada di Kecamatan Mootilango dan Kecamatan Asparaga.
Di Kecamatan Mootilango, lokasi yang menjadi perhatian antara lain DI Karya Mukti dan DI Hunggaluwa di wilayah Helumo. Sementara itu, di Kecamatan Asparaga, penanganan mencakup DI Mohiyolo, DI Molalahu, dan DI Molowahu.
Selain pembangunan jaringan baru dan perbaikan jaringan yang sudah ada, perhatian juga diberikan terhadap daerah irigasi Bolihato dan Mootilango yang telah cukup lama belum memperoleh alokasi anggaran penanganan. Melalui koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai, kedua wilayah tersebut menjadi bagian dari usulan penanganan yang perlu ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo berharap hasil koordinasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui percepatan pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Upaya ini dinilai penting untuk membantu petani menghadapi dampak kekeringan, menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian, serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Provinsi Gorontalo.












