ANTERONESIA.ID|GORONTALO UTARA– RSUD dr. Zainal Umar Sidiki (ZUS) menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelayanan Persiapan Operatif (Pre-OP) sebagai langkah strategis meningkatkan mutu dan keselamatan pasien. Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Sakit ZUS, Senin (24/08/2026), ini menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam setiap tahapan pelayanan medis.
Kepala Bidang Pelayanan RSUD ZUS, dr. Rachman Kuki, M.KM, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pelayanan prima di rumah sakit tidak hanya diukur dari keahlian medis semata, tetapi juga dari kepatuhan terhadap standar kualitas yang telah ditetapkan.
“Persiapan operatif merupakan salah satu tahapan penting yang sangat menentukan keselamatan pasien dan keberhasilan tindakan operasi,” ungkap dr. Rachman Kuki.
Menurut dr. Rachman, kepatuhan terhadap SOP harus menjadi budaya kerja seluruh tenaga kesehatan, bukan sekadar prosedur administratif. Hal ini penting untuk meminimalkan risiko medis dan memastikan setiap pasien mendapat pelayanan yang aman serta terstandar.
“Kepatuhan terhadap SOP harus menjadi budaya dalam memberikan pelayanan kepada pasien,” tuturnya.
Dalam paparannya, dr. Rachman memaparkan tiga poin utama yang menjadi fokus evaluasi dalam Monev Pre-OP:
Pertama, kepatuhan prosedur, meliputi verifikasi identifikasi pasien, kelengkapan rekam medis, dan penandatanganan informed consent.
Kedua, kesiapan medis, yaitu asesmen anestesi serta kelengkapan pemeriksaan penunjang sebelum pasien memasuki kamar operasi.
Ketiga, keselamatan dan komunikasi, yang mencakup pelaksanaan checklist keselamatan pasien dan penguatan komunikasi antarprofesi medis.
Lebih rinci, dr. Rachman menyebutkan sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam monev, antara lain kepatuhan terhadap identifikasi pasien, verifikasi kesiapan pasien, kelengkapan pemeriksaan penunjang, asesmen dan persiapan anestesi, kelengkapan informed consent, kesiapan dokumen rekam medis, komunikasi antarprofesi, serta pelaksanaan checklist keselamatan pasien sebelum tindakan operasi.
dr. Rachman juga mengingatkan bahwa pelayanan prima di rumah sakit adalah pelayanan terbaik yang berfokus pada kepuasan, kenyamanan, dan keselamatan pasien serta keluarganya. Layanan ini menggabungkan keahlian medis dengan komunikasi yang berempati, sehingga pasien merasa dihargai dan aman selama menjalani perawatan.
“Tentu kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap proses pelayanan. Melalui koordinasi yang baik antara dokter, perawat, tenaga kesehatan, dan seluruh unsur terkait, diharapkan setiap pasien yang menjalani tindakan operasi mendapatkan pelayanan yang aman, bermutu, efektif, dan sesuai standar,” tambahnya.
Monev ini juga menjadi wadah untuk mengidentifikasi berbagai hambatan yang ditemukan di lapangan selama proses persiapan operatif. Seluruh peserta diajak merumuskan langkah-langkah perbaikan secara bersama-sama, sehingga pelayanan dapat terus ditingkatkan secara berkesinambungan.
“Selain melakukan evaluasi terhadap kepatuhan prosedur, kegiatan ini juga menjadi forum untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang ditemukan dalam proses persiapan operatif serta menyusun langkah-langkah perbaikan secara bersama-sama,” jelasnya.
Kegiatan monev ini melibatkan berbagai unsur pelayanan yang berkaitan langsung dengan proses perioperatif, di antaranya dokter spesialis bedah, dokter anestesi, ketua komite medik, unsur keperawatan, kepala ruang instalasi bedah atau kamar operasi, serta kepala ruang rawat inap Bedah.
Keterlibatan lintas profesi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan kesinambungan pelayanan, mulai dari persiapan pasien di ruang rawat inap hingga pelaksanaan tindakan di kamar operasi.
“Keterlibatan lintas profesi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan kesinambungan pelayanan mulai dari persiapan pasien di ruang rawat inap hingga pelaksanaan tindakan di kamar operasi,” tutup dr. Rachman Kuki.
Dengan terselenggaranya monev ini, RSUD ZUS optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan operatif dan memastikan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.







