Kesejahteraan Kader Kesehatan dan Imam Masjid Terabaikan, Aktivis Nilai Pemda Gorut Tidak Serius

ANTERONESIA.ID, GORONTALO UTARA – Aktivis Indra Rohandi Parinding, S.Farm, melontarkan kritik tajam terhadap Pemerintah Daerah Gorontalo Utara yang dinilainya abai dalam memperhatikan kesejahteraan kader kesehatan dan imam masjid. Ia menegaskan, ketidakadilan gaji yang terjadi sudah lama dibiarkan dan menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah dalam membangun masyarakat.

Indra menyebut, kader kesehatan adalah perpanjangan tangan pemerintah di desa dalam penanganan stunting dan gizi buruk. Mereka setiap hari berjibaku dengan kondisi lapangan, mengumpulkan data, hingga melakukan identifikasi dini persoalan kesehatan. Ironisnya, gaji yang diterima masih jauh dari kata layak

“Bagaimana pemerintah daerah bisa bicara serius soal penuntasan stunting kalau gaji kader kesehatannya saja memprihatinkan? Mereka adalah ujung tombak, tetapi justru diperlakukan tidak adil,” tegas Indra. Sabtu (16/08/2025)

Kritik serupa juga dilayangkan kepada Pemda Gorut terkait kesejahteraan imam dan pengurus masjid. Menurutnya, pemerintah terkesan hanya menjadikan jargon religius sebagai simbol, sementara para imam yang menjadi penggerak kemakmuran masjid justru diabaikan.

“Semarak masjid tidak bisa hanya digerakkan dengan slogan. Imam masjid harus dijamin kesejahteraannya karena merekalah pondasi dalam membangun kesadaran ibadah masyarakat. Pemda Gorut jangan hanya pandai bicara Serambi Madinah, tetapi tidak serius membiayai imamnya,” sindir Indra.

Ia mendesak agar pemerintah segera mengambil langkah konkret dalam pembahasan anggaran, khususnya untuk menaikkan gaji kader kesehatan dan imam masjid. Menurutnya, keadilan bagi mereka adalah harga mati jika Pemda benar-benar ingin membangun masyarakat yang sehat dan religius.

Bagikan:   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *