ANTERONESIA.ID Gorontalo Utara – Aktivis Indra Rohandi Parinding, S.Farm mendesak Polres Gorontalo Utara dan Dinas Perhubungan Kabupaten Gorontalo Utara untuk segera membentuk Forum Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin). Ia menilai forum ini penting untuk diterapkan, khususnya bagi kendaraan berat milik sejumlah perusahaan, guna menekan angka kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.
Menurut Indra, penerapan Andalalin sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 17 Tahun 2021. Ia menegaskan bahwa pembentukan forum tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
“Peran Satuan Lalu Lintas Polres Gorontalo Utara dan Dinas Perhubungan harus lebih proaktif dalam mengantisipasi aktivitas kendaraan perusahaan bermuatan besar. Setiap pelaku usaha berhak atas kenyamanan dan keselamatan dalam operasionalnya, termasuk pendampingan saat kendaraan berat keluar-masuk wilayah industri,” ujar Indra, Selasa (10/6).
Ia menyoroti kondisi lalu lintas di kawasan Pontolo Atas yang memiliki medan menanjak dan menurun tajam. Menurutnya, daerah tersebut rawan kecelakaan akibat lalu-lalang kendaraan perusahaan yang tidak terpantau dengan baik.
“Pontolo Atas harus menjadi perhatian utama karena kerawanannya cukup tinggi. Pihak Satlantas Polres dan Dishub seharusnya aktif dalam menerapkan Andalalin dan pengawalan kendaraan berat. Hal ini penting untuk menjamin keselamatan di jalan dan mengurangi risiko kecelakaan,” tegasnya.
Indra, yang juga alumnus Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia Makassar dan kini tengah menyelesaikan studi strata satu di bidang hukum, berharap agar instansi terkait segera melakukan koordinasi.
“Jangan hanya diam terhadap persoalan ini. Segera lakukan rekayasa lalu lintas dan sistem pengamanan, agar risiko lalu lintas bisa diminimalkan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa jika hal ini terus diabaikan, maka dapat diartikan sebagai bentuk pembiaran terhadap pelanggaran regulasi Andalalin.
“Jika Polres Gorut dan Dishub tidak mengambil langkah tegas, maka akan muncul kesan bahwa keselamatan pengguna jalan tidak menjadi prioritas. Kinerja mereka bisa dinilai amburadul,” pungkas Indra.











