ANTERONESIA.ID|GORONTALO UTARA— Angin sore berhembus sepoi-sepoi, debur ombak bersahutan dengan alunan musik, dan secangkir kopi hangat menemani mata yang memandang cakrawala jingga. Suasana ini bukanlah wisata pantai pada umumnya, melainkan pengalaman unik yang kini bisa didapatkan di Wisata Bahari Pantai Monano, Kecamatan Monano, Gorontalo Utara.
Berbeda dengan konsep coffee street atau kedai kopi di pinggir jalan yang menjamur di perkotaan seperti di Jalan Andalas atau Taman Kota Gorontalo, Warkop Li Aba salah satu kedai kopi di Pantai Monano yang menghadirkan konsep yang lebih atraktif. Kedai kopi ini memadukan kenikmatan menikmati minuman dengan pesona alam pantai, menjadikannya primadona baru bagi warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung.
“Biasanya kita menikmati kopi di area taman atau pinggir jalan. Di Monano, kami menawarkan pengalaman berbeda, yaitu menikmati kopi sambil menyaksikan matahari terbenam di tepi pantai. Ini adalah suasana yang hanya ada di sini,” ungkap Abid Badar Awad, pemilik Warkop Li Aba, kepada awak media, Senin (24/8/2026).
Warkop Li Aba tidak hanya menyajikan beragam menu kopi dan minuman non-kopi, tetapi juga menyediakan berbagai pilihan cemilan hingga makanan berat. Daya tarik utamanya terletak pada fasilitas Live Music yang tersedia setiap malam. Menariknya, pengunjung yang ingin unjuk kebolehan bernyanyi atau memainkan alat musik di pinggir pantai tidak dipungut biaya alias gratis.
Keunikan lain dari Warkop Li Aba adalah sosok di baliknya. Abid Badar Awad yang merupakan pemilik sekaligus owner, ternyata adalah Kepala Desa Tolitehuyu, Kecamatan Monano. Sosok muda ini membuktikan bahwa jabatan sebagai kepala desa bukanlah penghalang untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Abid mengaku mampu membagi waktu dengan baik antara tugasnya sebagai pelayan masyarakat dan wirausaha. Meskipun sedang melayani pengunjung di warkop, ia tetap memberikan perhatian penuh jika ada warga yang membutuhkan pelayanan administratif atau urusan desa.
“Melayani rakyat adalah tugas utama saya. Namun, di mana ada peluang untuk menghasilkan, saya tetap berusaha mengatur waktu. Meskipun saya sedang berjualan, saya tetap melayani masyarakat jika ada yang datang berhubungan dengan tugas saya sebagai kepala desa,” tegas Abid.
Keberadaan Warkop Li Aba di tengah destinasi wisata Bahari Pantai Monano dinilai tidak hanya memberikan alternatif wisata kuliner, tetapi juga turut menggerakkan roda ekonomi kreatif di wilayah pesisir Gorontalo Utara, khususnya di Kecamatan Monano.







