PENULIS : ABD RAHIM
MAGISTER PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA
A. Konsep Olahraga Pariwisata (Sport Tourism)
Olahraga pariwisata (sport tourism) merupakan perpaduan antara aktivitas olahraga, rekreasi, dan daya tarik wisata yang bertujuan meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dalam konteks ini, trail running menjadi salah satu cabang olahraga alam terbuka (outdoor sport) yang memiliki potensi besar karena memanfaatkan lanskap alami sebagai arena olahraga.
Trail running adalah aktivitas lari lintas alam yang dilakukan di jalur non-aspal seperti hutan, perbukitan, tanah berbatu, dan jalur alami lainnya. Karakteristik olahraga ini tidak hanya menekankan aspek fisik dan kebugaran, tetapi juga pengalaman petualangan, kedekatan dengan alam, serta nilai konservasi lingkungan.
Posisi Strategis Bonggohulawa
Bumi Perkemahan Bonggohulawa di Limboto memiliki karakteristik:
- Kawasan hijau dan perbukitan
- Jalur tanah alami dan hutan
- Lingkungan perkemahan dan wisata alam
- Akses relatif dekat dari pusat Kota Gorontalo
Kondisi ini menjadikan Bonggohulawa sangat potensial dikembangkan sebagai destinasi sport tourism berbasis trail running.
B. Konsep Pengembangan Trail Running di Bonggohulawa
Konsep pengembangan trail running di Bonggohulawa diarahkan pada model:
“Eco-Sport Tourism berbasis Trail Running”
Prinsip Konsep:
- Sportive
– Trail running sebagai olahraga prestasi, rekreasi, dan pembinaan atlet - Tourism-Oriented
– Menghadirkan event trail running sebagai daya tarik wisata daerah - Ecological Awareness
– Menjaga kelestarian alam dan hutan sekitar - Community Based Tourism
– Melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku ekonomi (UMKM, pemandu, relawan)
C. Ruang Lingkup Olahraga Pariwisata Trail Running di Bonggohulawa
- Ruang Lingkup Olahraga
– Trail running rekreasi
– Trail running kompetitif (event lokal, regional, nasional)
– Program latihan atlet lari lintas alam
– Sport education (pengenalan trail running bagi pelajar dan mahasiswa) - Ruang Lingkup Pariwisata
– Wisata olahraga (sport tourism)
– Wisata alam dan petualangan
– Wisata berbasis event (event-based tourism) - Ruang Lingkup Sosial dan Ekonomi
– Pemberdayaan masyarakat sekitar
– Pengembangan UMKM (kuliner, souvenir, homestay)
– Lapangan kerja temporer dan permanen - Ruang Lingkup Lingkungan
– Konservasi jalur trail
– Edukasi lingkungan bagi peserta
– Pengelolaan sampah berbasis event ramah lingkungan
D. Analisis SWOT Trail Running di Bonggohulawa
- Strengths (Kekuatan)
– Kondisi alam alami dan variatif (hutan, tanah, kontur naik-turun)
– Lokasi strategis dekat Danau Limboto dan pusat kota
– Cocok untuk berbagai kategori trail running (5K, 10K, 21K)
– Iklim tropis mendukung latihan sepanjang tahun
– Biaya pengembangan relatif lebih rendah dibanding sport tourism buatan - Weaknesses (Kelemahan)
– Infrastruktur pendukung masih terbatas (toilet, rambu jalur, medical point)
– Belum adanya standar jalur trail running permanen
– SDM kepelatihan trail running masih minim
– Promosi dan branding destinasi belum optimal
– Manajemen event belum profesional dan berkelanjutan - Opportunities (Peluang)
– Tren peningkatan minat olahraga lari dan trail running nasional
– Potensi masuk kalender event sport tourism Gorontalo
– Dukungan pemerintah terhadap pariwisata dan olahraga
– Kolaborasi dengan komunitas lari, federasi atletik, dan sponsor
– Potensi pengembangan sport science dan sport coaching - Threats (Ancaman)
– Kerusakan lingkungan akibat aktivitas tidak terkontrol
– Cuaca ekstrem saat musim hujan
– Persaingan dengan destinasi trail running daerah lain
– Kurangnya komitmen lintas sektor (olahraga, pariwisata, lingkungan)
– Risiko keselamatan jika standar keamanan tidak terpenuhi
E. Strategi Pengembangan (Implikasi SWOT)
Strategi SO (Strength–Opportunity)
- Menjadikan Bonggohulawa sebagai ikon trail running Gorontalo
- Menggelar event tahunan “Bonggohulawa Trail Run”
Strategi WO (Weakness–Opportunity) - Peningkatan fasilitas dasar dan standar jalur
- Pelatihan kepelatihan trail running berbasis sport science
Strategi ST (Strength–Threat) - Penerapan konsep eco-trail untuk menjaga kelestarian alam
- Penjadwalan event berbasis musim
Strategi WT (Weakness–Threat) - Penyusunan SOP keselamatan dan mitigasi risiko
- Manajemen kolaboratif antara pemerintah, akademisi, dan komunitas
F. Penutup (Relevansi Kepelatihan Olahraga)
Bagi bidang kepelatihan olahraga, pengembangan trail running di Bonggohulawa tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata, tetapi juga:
- Sarana pembinaan atlet lari lintas alam
- Laboratorium alam untuk pengembangan metode latihan
- Media implementasi sport science dalam lingkungan alam terbuka
Konsep ini sejalan dengan paradigma kepelatihan modern yang mengintegrasikan prestasi, rekreasi, pariwisata, dan keberlanjutan.







