ANTERONESIA.ID GORUT – Calon Wakil Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Ramdhan Mapaliey, kembali menegaskan keyakinannya bahwa pasangan Roni Imran – Ramdhan Mapaliey (Romantis) masih menjadi pilihan utama masyarakat.
Hal itu ia sampaikan saat melakukan kampanye blusukan di Desa Ilangata, Kecamatan Anggrek, pada Rabu (9/4), menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Gorut pada 19 April 2025 mendatang.
“Masyarakat tadi saya tanya, apakah masih akan memenangkan pasangan Romantis? Dan mereka dengan tegas menjawab: masih,” ungkap Ramdhan, disambut tepuk tangan warga.
Menurutnya, sejumlah program yang telah dirancang pasangan Romantis seharusnya sudah mulai dijalankan sejak dinyatakan unggul dalam Pilkada 27 November 2024.
Namun, pelaksanaannya tertunda akibat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan PSU di seluruh wilayah Gorut.
“Seharusnya saat ini masyarakat sudah bisa bertanya kapan program-program Romantis dijalankan. Tapi karena ada laporan dari salah satu pasangan calon ke MK terkait dugaan ijazah palsu Roni Imran, akhirnya semua tertunda,” jelasnya.
Ramdhan menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak terbukti. Ia menyebut MK telah menolak gugatan terkait ijazah, meski tetap memerintahkan PSU dengan pertimbangan pelanggaran lainnya dalam proses penyelenggaraan Pilkada.
“Alhamdulillah, ijazah palsu tidak terbukti. Justru Romantis dan seluruh masyarakat Gorut menjadi korban dari manuver politik salah satu pasangan calon. Kami tidak tahu pasti motifnya,” ucapnya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan kekecewaan akibat penundaan program pemerintahan sebagai semangat untuk kembali memenangkan pasangan Romantis dengan suara yang lebih besar.
“Di daerah lain, program pemerintahan sudah berjalan. Tapi kita di Gorut masih berkutat di TPS. Maka mari kita suarakan kemarahan dan harapan kita lewat pilihan di bilik suara. Menangkan Romantis kembali pada 19 April,” tutupnya.







